Sabtu, 15 Januari 2011

KENDALI SATELIT

Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan.
Untuk dapat beroperasi satelit diluncurkan ke orbitnya dengan bantuan roket. Negara -negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis dan belakangan Cina, telah memiliki stasiun untuk melontarkan satelit ke orbitnya. 
Pada dasarnya, satelit adalah segala obyek yang berputar mengelilingi suatu planet dalam bentuk sirkular atau eliptikal. Sebagai misal, bulan yang setiap purnama nampak indah, merupakan satelit asli milik bumi, sangat alami, dan sesungguhnya cukup banyak satelit buatan manusia (artificial satellites) yang biasanya ”terbang” lebih dekat ke bumi.
Prinsip dasar komunikasi satelit adalah sistem komunikasi radio dengan satelit sabagai stasiun pengulang. Konfigurasi suatu sistem komunikasi satelit terbagi atas dua bagian, yaitu: ruas bumi (ground segment) dan ruas angkasa (space segment). Ruas bumi terdiri dari beberapa stasiun bumi yang berfungsi sebagai stasiun bumi pengirim dan stasiun bumi penerima, sedangkan ruas angkasa berupa satelit yang menerima sinyal yang dipancarkan dari stasiun bumi pengirim, kemudian memperkuatnya dan mengirimkan sinyal tersebut ke stasiun bumi penerima.


Seluruh pergerakan satelit dipantau dari bumi atau yang lebih dikenal dengan stasiun pengendali. Cara kerja dari satelit yaitu dengan cara uplink dan downlink. Uplink yaitu transmisi yang dikirim dari bumi ke satelit, sedangkan downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi.
Komunikasi satelit pada dasarnya berfungsi sebagai repeater di langit. Satelit juga menggunakan transponders, yaitu sebuah alat untuk memungkinkan terjadinya komunikasi 2 arah.












Antena satelit sangat penting peranannya dalam jaringan komunikasi satelit. Karena benda yang ini berfungsi sebagai penerima transimisi di setiap kawasan di dunia. Sedangkan satellite spacing (penempatan satelit) digunakan agar dalam melakukan transmisi lebih mudah berdasarkan kawasannya.
Sedangkan power system yang digunakan oleh satelit diperoleh melalui sinar matahari yang diubah ke bentuk listrik yang menggunakan Sel surya (Solar cells). Selain itu, satelit juga dilengkapi dengan sumber tenaga yang berdurasi 12 tahun yang merupakan bahan bakarnya agar dapat beroperasi


3 komentar:

swaranda mengatakan...

1.Kalau boleh diriku bertanya. Satelit kan berada di ruang angkasa. Ruang angkasa merupakan ruang hampa udara dan tiada yang bisa dihantarnya kecuali cahaya dan gelombang If dan/atau Uv. Sehingga gelombang radiopun tak dapat menembus ruang angkasa ini.
Lalu dengan apa kita bisa mengendalikannya? dan bagaimana frekuensi radio/televisi bisa dtembakkan ke satelit itu?

2. Penelitian mutakhir menyebutkan bahwa Pesawat Luar Angkasa Cassini dengan misi memotret Planet Satrnus beserta Bulan-Bulannya. Hal ini tentunya berjarak sangat jauh sekali hingga jutaan KM dari Bumi. bagaimana orang2 bisa mengendalikan Cassini dari Bumi dan bagaimana cara data-data itu dapat terkirim ke Bumi?

trimakasih

oche_landking mengatakan...

sebelumnya mohon maaf mas , saya belum bisa menjawab .
pengetahuan saya belum sampe situ .
di sini yang yg di ajarkan baru teknik kendali yang paling dasar nya saja , jadi maaf sekali lagi .

terimakasih sudah mampir .

24-vampire mengatakan...

sekedar iseng:
dalam komunikasi satelit, memang tidak masuk akal apabila frekuensi dapat merambat dalam ruang hampa udara, tetapi perjalanan ekspedisi ruang angkasa sudah membuktikan bahwa sebenarnya hal tesebut dapat dilakukan. mengapa demikian:
1. jenis orbit satelit yang dekat dengan bumi.
2. kemajuan teknologi yang sudah mendukung tetapi penggunaannya masih tebatas, misalkan penggunaan super komputer yang dipakai untuk mengkalkulasi jarak antar planet, serta pengendalian pesawat ruang angkasa.

note:
jika kita berpikir bahwa pengelolaan data pada ekspedisi ruang angkasa menggunakan PC (Personal Computer), maka hal itu memang tidak masuk akal.
tetapi apabila 1 super komputer (setara dengan 200 juta PC)yang melakukan, hal tersebut dapat dipahami.

lagipula komputer ruang angkasa mengunakan bahan yang berbeda dengan komputer bumi, hal ini dikarenakan banyaknya radiasi yang terjadi di luar angkasa